Siswa SDN Perak Barat 4 Membuat Banyak Poster Hemat Listrik

Surabaya- Berbagai upaya penghematan energi listrik dilakukan tiap-tiap sekolah peserta  Energy Challenge. Salah satunya upaya yang dilakukan SDN Perak Barat 4 Surabaya adalah membuat poster dengan tema hemat listrik. “Setiap siswa kita beri tugas membuat poster hemat listrik,” terang Tuniar Simanjuntak saat pembinaan Energy Challenge, Rabu (4/4). 

HImbauan hemat listrik di SDN Perak Barat 4

Ditambahkan Tuniar Simanjuntak bahwa tugas membuat poster merupakan upaya dimana siswa SDN Perak Barat 4 mengerti akan pentingnya menghemat energi listrik. Uniknya, pembuatan poster tersebut tidak boleh ada kata-kata yang sama dengan siswa yang lain. “Poster yang dibuat harus hasil karya siswa itu sendiri dan tidak boleh sama dengan siswa yang lainnya,” tutur Tuniar Simanjuntak, guru kelas 5 yang mendampingi tim energi di sekolahnya.

Trixie Putri Wahyu, siswi kelas 5A, mengatakan bahwa tugas membuat poster hemat listrik merupakan tugas pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya Keterampilan (SBK). “Poster yang sudah dibuat teman-teman akan dinilai sama guru dan yang mendapat nilai bagus posternya akan ditempel di tiap-tiap kelas,” ujar Trixie Putri Wahyu yang menjadi ketua tim energi.

Dikatakan Agus Firmansyah, siswa kelas 5B bahwa selain membuat poster dengan tema hemat listrik, sekolah juga mengganti beberapa lampu yang ada di dalam kelas dan di luar kelas dengan lampu yang lebih hemat energi listrik. “Sekarang lampu-lampu neon di sekolah kita sudah diganti dengan lampu TL spiral,” ungkap Agus Firmansyah yang saat ini sudah mengerti jenis lampu yang hemat energi listrik.

Ditambahkan Agus Firmansyah bahwa sekarang teman-temannya mulai ikut peduli untuk menghemat pemakaian energi listrik di sekolah. “Teman-teman sekarang sudah mematikan semua lampu dan kipas bahkan AC setiap mau pulang sekolah,” terang Agus Firmansyah, yang setiap hari selalu mengecek kondisi peralatan elektronik yang memakai energi listrik di tiap-tiap kelas.

Emir Bagus Mambagyo, siswa kelas 5A juga mengatakan bahwa setiap hari sebelum pulang sekolah, dalam pengecekan ke setiap kelas rata-rata lampu dan kipas serta AC sudah dalam kondisi mati. “Tim inti Energy Challenge setiap hari masih tetap mengecek kondisi alat-alat elektronik di kelas-kelas. Jika ternyata masih ada yang menyala, langsung kami mematikannya,” ujar Emir Bagus Mambagyo.

Abian Ikbar Rafif menjelaskan bahwa semua upaya gerakan penghematan energi listrik yang telah dilakukan masih belum mencapai maksimal, karena ternyata masih ada yang belum sadar akan pentingnya menghemat energi listrik sama dengan menyelamatkan bumi. “Dalam menghemat listrik sekolah masih ada teman-teman yang tidak mau ikut. Tapi yang mau ikut jumlahnya lebih banyak,” jelas Abian Ikbar Rafif, siswa kelas 5B anggota tim inti energi SDN Perak Barat 4.

Energy Challenge adalah gerakan penghematan energi listrik di sekolah-sekolah. Energy Challenge diselenggarakan Tunas Hijau bersama pemerintah kota Surabaya dan pemerintah Amerika Serikat – Konsulat Jenderal Amerika Serikat. Program ini didukung oleh PT. SIER. Program ini menyediakan beberapa grand prize berupa 1 unit pembangkit listrik tenaga surya untuk beberapa sekolah terbaik. (wira)